Apa itu TDS? Arti nilai TDS pada air minum dan cara mengukurnya
Kalau kamu pernah melihat orang mencelupkan alat kecil seperti pulpen ke segelas air, kemungkinan besar itu adalah TDS meter. Angkanya sering dipakai untuk menilai „seberapa bersih" air. Tapi apa sebenarnya arti angka itu – dan apa yang tidak bisa diukurnya?
Ringkasan
- TDS (Total Dissolved Solids) adalah jumlah semua zat yang terlarut dalam air – terutama mineral dan garam seperti kalsium, magnesium, natrium, klorida, dan bikarbonat. Satuannya mg/L (sering juga ditulis ppm).
- Menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023, TDS air minum harus di bawah 300 mg/L.
- TDS tidak mengukur bakteri, virus, atau mikroplastik. Air dengan TDS rendah belum tentu aman diminum, dan air dengan TDS sedang belum tentu berbahaya.
- Sistem reverse osmosis biasanya menurunkan TDS secara drastis – umumnya 90–99% dari nilai air masuk.
1. Bagaimana TDS diukur?
TDS meter sebenarnya mengukur daya hantar listrik (konduktivitas) air. Air yang sangat murni hampir tidak menghantarkan listrik; semakin banyak garam dan mineral terlarut, semakin tinggi konduktivitasnya. Alat lalu mengubah nilai konduktivitas ini menjadi perkiraan TDS dalam mg/L.
Artinya: TDS meter hanya „melihat" zat yang bermuatan listrik. Zat lain – termasuk kuman – tidak terdeteksi.
2. Arti angka TDS
| Nilai TDS (mg/L) | Keterangan umum |
|---|---|
| < 50 | Sangat rendah – khas air hasil reverse osmosis |
| 50–150 | Rendah – banyak air mineral kemasan berada di rentang ini |
| 150–300 | Sedang – masih memenuhi batas Permenkes 2/2023 |
| > 300 | Di atas batas untuk air minum menurut Permenkes 2/2023 |
Nilai TDS air keran sangat berbeda antardaerah, tergantung sumber airnya (sungai, mata air, air tanah) dan pengolahannya.
3. Yang tidak bisa diukur TDS meter
- Bakteri dan virus seperti E. coli: tidak bermuatan listrik, jadi tidak terlihat di angka TDS. Untuk ini perlu uji laboratorium.
- Banyak zat organik, misalnya sisa pestisida atau sebagian besar mikroplastik.
- Rasa dan bau dari kaporit (klorin) – kaporit sangat berpengaruh pada rasa, tetapi hampir tidak mengubah angka TDS.
Karena itu, TDS adalah indikator yang berguna untuk zat terlarut – tetapi bukan uji keamanan air secara menyeluruh.
4. TDS dan sistem reverse osmosis
Membran reverse osmosis menahan sebagian besar zat terlarut, sehingga TDS air hasil saringan biasanya jauh lebih rendah daripada air masuk. Ini juga cara mudah untuk memeriksa kerja membran: jika nilai TDS air hasil saringan naik secara bertahap selama berbulan-bulan, itu tanda membran mulai perlu diganti. Pada TLW 7, nilai konduktivitas air hasil saringan bahkan ditampilkan langsung di layar sistem.
Catatan penting: filter karbon aktif (seperti Core+ OS sebagai tahap pertama) tidak dirancang untuk menurunkan TDS. Filter ini menyaring kaporit, rasa, bau, dan partikel. Jadi jika kamu mengukur air setelah filter karbon saja, angka TDS hampir tidak berubah – dan itu normal.
5. Apakah air dengan TDS sangat rendah sehat?
Air dengan TDS sangat rendah aman diminum. Sebagian besar mineral yang dibutuhkan tubuh berasal dari makanan, bukan dari air minum. Bagi yang menyukai rasa air yang lebih „bermineral", beberapa sistem kami bisa dilengkapi tahap mineralisasi (misalnya sisipan mineral karang Sango pada TLW 7).
Kesimpulan
TDS adalah angka yang mudah diukur dan berguna untuk menilai jumlah zat terlarut serta kinerja membran RO. Tapi angka ini tidak memberi tahu apakah air bebas bakteri. Untuk air minum yang aman, perhatikan keduanya: zat terlarut dan kebersihan mikrobiologis. Punya pertanyaan tentang hasil ukur TDS di rumahmu? Kirim fotonya lewat WhatsApp – kami bantu menjelaskan.




Please complete your information below to login.
Masuk
Buat Akun Baru